Postingan

Menampilkan postingan dengan label kapal barang

Pelabuhan Tanjung Ular Akan Beroperasi Tahun 2023

Gambar
Pelabuhan Tanjung Ular (liputan6.com) Seiring terbitnya izin operasional Pelabuhan  Tanjung Ular  Mentok yang terletak di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pelabuhan itu diperkirakan akan mulai beroperasi pada bulan Maret tahun 2023.  "Izin operasional pelabuhan tersebut sudah terbit dan akan diperuntukkan bongkar muat barang," kata Bupati Bangka Barat Sukirman di Mentok, pada hari Kamis sebagaimana dilansir Kantor Berita ANTARA.  Sukirman menjelaskan bahwa beberapa hari yang lalu, Pemkab Bangka Barat telah melakukan kunjungan kerja ke kementerian Perhubungan juga membahas rencana operasional pelabuhan tersebut. Untuk sementara waktu, kata gubernur, Pelabuhan  Tanjung Ular   akan dikelola oleh pemerintah pusat agar daerah mendapatkan kesempatan untuk mempersiapkan badan usaha yang akan mengelola kawasan pelabuhan tersebut.  Setelah pembentukan Badan Usaha Milik Daerah selesai, pengelolaan pelabuhan  Tanjung Ular...

Pelabuhan Patimban Ditargetkan Selesai Dibangun Tahun 2027

Gambar
Raisan Al Farisi/ANTARA Foto Anggaran yang dialokasikan untuk melanjutkan pembangunan Pelabuhan Patimban tidak main-main besarnya. Tahun ini saja, anggaran pembangunan pelabuhan yang ditargetkan rampung tahun 2027 tersebut besarnya Rp. 133.05 miliar.  "Pembangunan Pelabuhan Patimban dengan anggaran Rp133,05 miliar, lalu rehabilitasi dan rekonstruksi Pelabuhan Wani, Donggala dan Pantoloan sebesar Rp 100 miliar," ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Arif Toha dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR, Selasa (31/1/23), seperti dilansir CNBC Indonesia.  Pembangunan Pelabuhan Patimban sendiri terbagi menjadi 3 tahap Pada tahap 1, akan dibangun terminal peti kemas seluas 66 ha. Secara akumulatif, terminal peti kemas tersebut kapasitasnya akan mencapai 3,75 juta TEUs. Sementara itu, nantinya kapasitas terminal kendaraan pun akan mencapai 600.000 CBU secara akumulatif dan akan ada pula terminal roro seluas 200 meter. Tahap ini akan berlangsung pada tahun...

Hemat Biaya Operasional, Pelaku Usaha Ingin Pemindai X-Ray Tersedia di Semua Pelabuhan

Gambar
  ilustrasi pelabuhan (Tempo.co) Para pelaku usaha logistik ingin agar alat pemindai X-Ray untuk behandle peti kemas impor bisa disediakan di seluruh pelabuhan yang ada di Indonesia. Alat pemindai X-Ray tersebut saat ini baru dipergunakan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Asosiasi Logistik dan Forwarder Indoensia atau ALFI mengatakan bahwa alat tersebut akan digunakan secara reguler di tempat pemeriksaan fisik terpadu (TPFT) Geraha Segara di kawasan pabean Tanjung Priok.  Tarif Hico-Scan yang mulai berlaku 9 Januari  disebut merupakan kesepakatan antara pihak penyedia dan pihak pengguna jasa.  Tarif layanan tersebut lebih hemat bila dibandingkan dengan proses pemeriksaan secara manual. Misalnya, untuk peti kemas ukuran 20 kaki (feet) biayanya lebih hemat 31 persen dan untuk peti kemas ukuran 40 feet bisa lebih murah 36 persen. ALFI DKI Jakarta, Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (Ginsi) DKI Jakrta, TPK Koja, dan PT Jakarta International Container ...